Sebagai pejuang, pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, tentu
perlu keturunan untuk meneruskan prinsipnya. Karena itu, ia perlu kawin
lebih dari sekali.
Pengamat terorisme dari CNN Peter Bergen
menulis selama 54 tahun hidup di dunia, lelaki asal Arab Saudi itu sudah
enam kali menikah dan memiliki 24 anak. Cerita ini ia tuangkan dalam
bukunya berjudul “The Osama Bin Laden I know: An Oral History of
Al-Qaeda’s Leader”.
Bin Ladin
pertama kali menikah dengan sepupu dari ibunya yang berdarah Suriah,
yakni Najwa Ghanim pada 1974. Ketika itu, ia baru berusia 17 tahun dan
Najwa 15 tahun. Pasangan yang dijodohkan ini dikaruniai 11 anak,
termasuk tujuh putra. Namun Najwa meninggalkan Bin Ladin yang berada di
Afganistan beberapa hari sebelum serangan 11 September 2001.
Istri
kedua Bin Ladin adalah perempuan Arab Saudi yang masih bergelar
syarifah (keturunan Nabi Muhammad). Ia menikahi Khadijah Sharif, wanita
berpendidikan tinggi pada 1983. Pasangan ini bercerai saat mereka
mengasingkan diri ke Sudan di era 1990-an. Khadijah tidak kuat hidup
susah dan kembali ke Saudi.
Dengan
bantuan istri pertamanya, Bin Ladin mengawini Khairiah Sabar, seorang
wanita bergelar doktor bidang syariah Islam. Ijab Kabul berlangsung pada
1985 dan mereka mempunyai seorang putra. Namun tidak diketahui apakah
Khairiah terbunuh dalam pengeboman terhadap Afganistan pada Oktober dan
November 2001.
Dua tahun kemudian,
Bin Ladin berumah tangga dengan Siham Sabar. Pasangan ini dianuegrahi
empat anak. Seperti Khairiah, nasib Siham juga tidak diketahui setelah
Amerika Serikat membombardir Afganistan pasca serangan 11 September
2001.
Pernikahan kelima Bin Ladin
seperti sebuah rekor. Hanya berlangsung 48 jam. Namun tidak jelas
identitas perempuan yang menjadi korban perkawinan tercepat Bin Ladin.
Istri kelima ini hadir tidak lama setelah pasangan kedua Bin Ladin minta
cerai.
Dan inilah istri terakhir
Bin Ladin yang dinikahi setahun sebelum tragedi robohnya menara kembar
World Trade Center di Kota New York yang menewaskan lebih dari 3.000
orang. Ia mengawini Amal al-Sadah, gadis Yaman yang konservatif. Saat
itu, Bin Ladin berumur 43 tahun dan Amal 18 tahun. Mereka baru
dikaruniai seorang puteri bernama Safiyah yang lahir beberapa hari
setelah peristiwa 11 September.
Sumber : CNN (Faisal Assegaf) dan Tempo


0 comments:
Post a Comment