Pemerintah mengungkapkan akan segera menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) bersubsidi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak
tegas rencana pemerintah tersebut.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri menegaskan keputusan partai ini bukan hanya mencari citra semata.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri menegaskan keputusan partai ini bukan hanya mencari citra semata.
(tapi cari populeritas, ya bu...)
"Kalau urusannya hanya subsidi ya PDIP menolak. Bukan kita mau cari citra, sebetulnya banyak olahan yang bisa dilakukan supaya bagaimana kas negara tidak defisit," kata Megawati dalam jumpa pers usai acara Pendidikan Kader PDIP, di Yogyakarta Expo Centre, Yogyakarta, Kamis (23/2/2012).
(Coba flashback waktu jadi pemimpin, apa yang sudah dilakukan?)
Mega mengatakan akibat percaturan politik yang sekarang terjadi di masyarakat dunia ini maka kemungkinan harga minyak pasti akan naik.
"Apalagi kalau nanti pertikaian Amerika dengan Iran sehingga bisa terjadi sesuatu di Selat Hormus, kapal mesti muter. Persoalannya ini subsidi kita untuk minyak," jelasnya.
Mega mempertanyakan mengapa pemerintah hanya memiliki pilihan subsidi dihentikan sehingga harga BBM menjadi naik. Padahal menurutnya ada solusi lain untuk mengatasi masalah kenaikan harga minyak tersebut.
(Bukankah ikut di'untung'kan juga?)
"Apa ngga bisa dicari dengan bidang lain. Saya bukan pemerintah, mesti ditanya kesana. Kita harus cerdas dalam artian bagaimana kita bisa dapat tambahan uang tanpa merugikan rakyat," ungkapnya.
"Apa ngga bisa dicari dengan bidang lain. Saya bukan pemerintah, mesti ditanya kesana. Kita harus cerdas dalam artian bagaimana kita bisa dapat tambahan uang tanpa merugikan rakyat," ungkapnya.
(Apa harus dengan menjual aset-aset negara untuk dapat tambahan uang)
"Kami menolak bukan berarti sepakat subsidi dicabut. Tapi kriteria yang mana, masih dibahas di fraksi, kriteria menolak nanti ada sebutannya," tutupnya.
"Kami menolak bukan berarti sepakat subsidi dicabut. Tapi kriteria yang mana, masih dibahas di fraksi, kriteria menolak nanti ada sebutannya," tutupnya.
(Menolak kalau tidak menguntungkan golongan.....)

0 comments:
Post a Comment