Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan
angka mencapai 13% (7,4 juta) dari semua kematian setiap tahunnya,
berdasarkan data dari WHO tahun 2010.
Menurut Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), jenis kanker tertinggi
di Rumah Sakit seluruh Indonesia pasien rawat inap tahun 2008 adalah
kanker payudara sebanyak 18,4%, disusul kanker leher rahim 10,3%.
“Besarnya permasalahan kanker tersebut ditambah lagi dengan kondisi
sebagian besar (70%) kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut yang
tentunya selain angka bertahan hidup (survival rate) rendah juga akan
menyerap anggaran yang cukup besar. Dari data penyerapan PT Askes,
kanker menempati urutan ke-4 penyerapan biaya Rawat Jalan dan Tindak
Lanjut pada tahun 2010,” ujar Menkes RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,
MPH, Dr.PH saat membuka kegiatan ACTION (ASEAN CosTs in Oncology) study
di Jakarta, akhir pekan lalu.
Tujuh puluh persen dari kematian akibat kanker terjadi di negara
berpenghasilan rendah dan menengah. Pada tahun mendatang, angka
mortalitas kanker diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Pada tahun 2030, kematian akibat kanker akan mencapai sekitar 13 juta
pertahun di seluruh dunia. Kecenderungan ini lebih mencolok di negara
Asia dimana jumlah kematian pertahun pada tahun 2002 sebesar 3,5 juta
dan diperkirakan akan meningkat menjadi 8,1 juta pada tahun 2020.
Pada tahun 2008 tercatat 700.000 kasus kanker baru di negara-negara
anggota ASEAN dan setengah juta kematian akibat kanker terjadi pada
tahun yang sama. (Sumber: Sehatnews.com)

0 comments:
Post a Comment